Bupati Belu pose bersama AM CD Bethesda Yakkum, pemateri dan perwakilan instansi terkait, Kamis (23/6/2022)

Bupati Belu pose bersama AM CD Bethesda Yakkum, pemateri dan perwakilan instansi terkait, Kamis (23/6/2022)

Bupati Agus Taolin: Belu Menuju Nol Kasus HIV AIDS di Tahun 2030

Bupati Belu, Agustinus Taolin mengatakan, saat ini Belu menempati urutan kedua di NTT  dengan kasus HIV AIDS paling tinggi. Menurutnya, harus ada kebijakan yang memperkuat upaya penanganan HIV AIDS agar Belu bisa mencapai target nol kasus pada tahun 2030 mendatang.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri dan membuka kegiatan Workshop Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Penenganan HIV dan AIDS di Kabupaten Belu 2022-2026 dan Evalusi Perda Nomor 13 Tahun 2012 tentang penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Belu yang digelar CD Bethesda Yakkum, Kamis (23/6/2022).

Untuk itu, kata Pak Bupati, perlu ada konsentrasi penanganan terhadap pasien termasuk juga memperkuat kebijakan dalam upaya menurunkan angka penderita HIV AIDS.

"Penyakit ini adalah penyakit menular. Artinya konsepnya kita adalah mengevaluasi kebijakan-kebijakan tentang penanganan HIV AIDS di Kabupaten Belu. Mana yang perlu kita perkuat supaya kasus di Belu dan tentu di NTT ini bisa menurun, menuju target 2030 menjadi zero atau nol," ujar Bupati Belu.

Ia melanjutkan, untuk mencapai target itu, perlu adanya kerja sama dari berbagai komponen. Mulai dari pemerintah, NGO, dan tenaga kesehatan profesional seperti dokter, juga pihak rumah sakit.

"Kita juga perlu memperluas jangkauan hingga ke rumah sakit swasta, puskesmas, memperkuat SDM kita, memperkuat laboratorium, memperkuat lini pengobatan kita supaya kita bisa mencegahnya secara pertahap. Misalnya tenaga kerja yang pergi ke luar negeri, kita bekali. Mereka pulang, kita periksa," jelas Pak Bupati yang juga seorang dokter ini.

Bupati Belu juga mengatakan bahwa anak-anak remaja juga perlu bekali agar peduli terhadap HIV AIDS. Dikatakannya, stigma negatif terhadap ODHA di tengah masyarakay juga harus dihilangkan.

"Jangan jadikan HIV AIDS sebagai momok atau musibah yang tidak berkesudahan. Dulu orang terkena HIV AIDS, dia dianggap jadi orang yang paling berdosa di dunia ini. Padahal dia tidak tahu dapatnya dari mana. Entah dari hubungan seksual, jarum suntik. Atau misalnya bayi yang baru lahir, ia tertular dari ibunya yang ibunya sendiripun tidak tau. Oleh karena itu, gereja atau semua lintas agama juga turut berperan didalamnya, " jelasnya.