Ilustrasi kapal motor tabrak karang

Ilustrasi kapal motor tabrak karang

Kapal Motor Sirimau Kandas di Perairan Ile Ape Usai Tabrak Karang

Kapal Motor (KM) Sirimau dikabarkan menabrak karang di perairan laut Ile Ape, Kabupaten Lembata, tepatnya di perairan Desa Palilolon. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Syahbandar Lewoleba, Abdul Syukur Muklis.

“Iya kapal itu karam di perairan Ile Ape, Tanjung, di sekitar Desa Palilolon,” ungkap Abdul, Selasa (17/5) malam pukul 18.30 Wita dikutip dari MediaNTT.

Informasi kandasnya salah satu kapal penumpang milik PT Pelni ini dia terima dari awak kapal Sirimau.

Dia juga mengakui sudah mendapat laporan dari PT Pelni Cabang Lewoleba sesaat setelah kejadian tersebut.

“Benar kita sudah terima koordinasi dari pihak Pelni,” ujarnya.

Kandasnya KM Sirimau ini disebabkan karena surutnya air laut di sekitar perairan Palilolon dan sekitarnya yang menjadi jalur lalulintas semua kapal Pelni.

“Karena air laut surut jauh makanya kandas,” sebutnya.

Sebelumnya, kata dia, KM Sirimau sandar di Pelabuhan Laut Lewoleba pada pukul 13.00 Wita hari ini.

Setelah selesai melakukan bongkar muat barang dan penumpang di Pelabuhan Embarkasi Lewoleba, Kapal yang membawa 784 penumpang itu berlayar menuju Pelabuhan Laut Maumere di Sikka.

Namun karena rutenya harus melalui jalur laut di wilayah Tanjung-Palilolon maka kapal ini pun harus menabrak karang dan kandas.

“Itu daerah dangkal, apalagi saat musim air laut surut seperti sekarang,” katanya. “Sekitar pukul 14.31 Wita dikabarkan karam,” sambungnya.

Kepala Syahbandar Lewoleba juga sudah memerintahkan KM Ganda Nusantara, kapal milik Pemda Lembata untuk menuntun olah gerak dari KM Sirimau.

Ia pun menuturkan, saat ini Kapten Kapal dan para awak kapal masih menunggu sampai air laut pasang agar kapal bisa keluar dari perairan itu.

“Pukul 22.00 Wita air pasang baru bisa olah gerak,” tuturnya.

Pihak Syahbandar juga belum bisa memastikan apakah ada kerusakan akibat karamnya KM Sirimau, termasuk keselamatan para penumpang.

“Setelah dari Lewoleba ke Maumere baru ke Makassar,” ujarnya.

“Jumlah ABK 55 orang," tambahnya.

Informasi yang dihimpun media, kapal itu dikabarkan menabrak karang dan sampai dengan saat ini posisi KM Sirimau tersebut masih kandas. Kapten Kapal juga sudah lego jangkar di sekitar perairan laut itu.

Media juga masih terus berupaya untuk bisa mendapatkan informasi pasti dari PT Pelni sendiri dan pihak berwenang lainnya.