Kopda Muslimin

Kopda Muslimin

Jadi Otak Penembakan Istrinya, Kopda Muslimin Diburu Tim Gabungan TNI-Polri

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa otak dari kasus penembakan istri prajurit TNI bernama Rina Wulandari (34) di Kota Semarang adalah Kopda Muslimin yang merupakan suaminya sendiri. Adapun empat pelaku penembakan sudah ditangkap.

"Semua pelaku empat orang plus satu orang yang menyiapkan senjata. Jadi senjata yang dipakai itu adalah senjata rakitan, kita sudah tangkap juga," kata Andika di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (24/7/2022) dilansir dari Kumparan.

"Nah, berarti yang masih at large (buron), yang masih hilang adalah master mind-nya ini yaitu suami korban sendiri karena dari semua keterangan saksi menunjuk ke suami korban Kopral Dua M," tutur Andika.

Kopda Muslimin dinyatakan hilang pada Selasa (19/7). Ia menghilang sehari setelah istrinya, Rina ditembak empat orang tak dikenal pada Senin (18/7). Akibatnya, ibu tiga anak itu mengalami luka parah di bagian perut.

Andika memastikan, tim gabungan dari TNI-Polri masih terus mencari keberadaan Kopda Muslimin. Eks KSAD ini mengatakan, Kopda Muslimin akan dijerat pasal berlapis salah satunya Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana.

"Jadi ini yang kita terus kejar tetapi juga kita sudah siapkan pasal-pasal semua yang relevan kita kenakan, bukan hanya pasal di KUHP, kemarin sudah saya sebut, Pasal 340, Pasal 53 Jo 340 tapi juga KUHP militernya supaya kita pastikan masalah ini ditangani secara proporsional," ucap Andika.

Lebih lanjut, Andika mengatakan hingga saat ini memang belum ada informasi di mana keberadaan Kopda Muslimin. Namun ia memberikan jaminan cepat atau lambat keberadaan pelaku dapat diketahui dan segera ditangkap.

"Kopda M yang ada di Semarang, yang dari Arhanud di Semarang ini memang belum ketemu tetapi yang jelas ini tidak akan berhenti. Kita juga sudah menghubungi berbagi macam pihak supaya kita bisa dapat info dan Polri pun juga punya mekanisme sendiri untuk mendapatkan info dari mana saja," tutup Andika.