Pendeta Fernando Tambunan Ditembak OTK di Depan Rumah | Foto Tribun-medan.com

Pendeta Fernando Tambunan Ditembak OTK di Depan Rumah | Foto Tribun-medan.com

Seorang Pendeta Ditembak OTK di Teras Rumahnya, Delapan Saksi Diperiksa

Seorang pendeta bernama Fernando Tambunan (42) ditembak OTK (orang tak dikenal) di depan rumahnya. Sebanyak delapan tersangka diperiksa.

Peristiwa penembakan pendeta Fernando Tambunan terjadi di rumahnya di Dusun III, Desa jaharun A, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Aksi penembakan pendeta Fernando Tambunan sempat mengejutkan warga sekitar. Pelaku penembakan pun masih misterius. Bahkan suara tembakan tak terdengar warga.

Setelah ditembak OTK, sang pendeta kemudian dilarikan keluarganya ke rumah sakit terdekat.

Dilansir dari Tribun-medan.com, kasus pendeta ditembak OTK ini bermula saat korban duduk di teras rumahnya yang ada di Komplek Victoryland. Saat itu, waktu sudah memasuki pukul 21.00 WIB.

Sang pendeta baru saja selesai makan, dan duduk main handphone sendirian. Tak lama berselang, korban tiba-tiba saja memegang dadanya.

Sang pendeta kemudian menemui sang istri, sembari jalan tertatih. Malam itu, bagian dada korban bercucuran darah. Sontak, istri sang pendeta yang merupakan seorang guru PAUD panik.

"Ketika saya datang ke rumahnya, beliau sudah dibawa ke rumah sakit," kata Kepala Dusun III, Desa Jaharun A, Suparno, Selasa (28/6/2022) pagi.

Suparno mengatakan, bahwa korban sempat dibawa ke klinik. Lantaran klinik tak mampu menangani, sang pendeta yang ditembak OTK kemudian dibawa ke RSUD Amri Tambunan untuk mendapat perawatan intensif.

Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, Kompol I Kadek Hery Cahyadi mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki kasus ini. Kadek juga belum bisa menyimpulkan, senjata api jenis apa yang melukai korban. Sebanyak 8 saksi telah diperiksa, untuk mengungkap kasus ini.

“Hingga saat ini telah melakukan pemeriksaan terhadap kurang lebih 8 orang saksi,” ujar Kadek.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan di lapangan, warga tidak ada mendengar suara letusan.

"Katanya tidak ada dengar suara letusan. Sekarang ini kami masih mengumpulkan saksi," kata Kadek.

Ia mengatakan, untuk mengetahui jenis senjata api apa yang melukai sang pendeta, pihaknya masih menunggu operasi yang dijalani korban.

"Sejauh ini kami masih menunggu hasil operasi korban, untuk mengetahui jenis senapan atau senjata apa yang melukai korban," katanya.

Menurut Suparno, saat kejadian tidak ada warga yang melihat bahwa korban ditembak.

"Enggak ada yang melihat siapa yang menembak," katanya.

Disinggung mengenai sang pendeta, Suparno mengatakan bahwa korban belum lama tinggal di dusunnya. Ia menyebut, bahwa sang pendeta yang ditembak OTK baru sekitar enam bulan tinggal di wilayahnya.

"Kerjaannya memang pendeta. Namun yang bersangkutan baru setengah tahun tinggal di sini," katanya.