Ilustrasi narkoba jenis sabu-sabu

Ilustrasi narkoba jenis sabu-sabu

BNN Bongkar Operasi Toko Narkoba Berkedok Apotek, Ada Anak Anggota DPRD Sebagai Pelanggan

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali berhasil membongkar peredaran narkoba berkedok apotek di Kota Singaraja, Buleleng. Dari buku catatan 'Apotek Sabu' itu ditemukan, pelanggannya mencapai sekitar 100 orang. Salah-satunya adalah anak anggota DPRD Buleleng.

"Benar memang ada anak anggota DPRD, dia masuk daftar pelanggan. Kita sudah hubungi yang bersangkutan untuk melapor," kata Kepala BNNP Bali Brijen. Pol. Gde Sugianyar Dwi Putra, saat memberikan keterangan pers Selasa (31/5/2022) di Denpasar dilansir dari Kumparan.

Sugianyar menyebut, sekitar 100 pelanggan apotek tersebut memiliki latar belakang beragam. Petugas BNN telah menghubungi kurang lebih 50 pelanggan apotek tersebut untuk menyerahkan diri. Apabila nanti terbukti tidak terkait jaringan peredaran narkoba maka hanya akan menjalani rehabilitasi.

Saat beroperasi, agar tidak terendus petugas, apotek sabu itu hanya menerima pembeli yang sering ke tempat ini atau kenal dekat dengan jaringan pengedar ini. "Jadi di depan ada satu orang penjaga, dia yang tahu siapa pembelinya. Dia yang bertugas memastikan yang datang memang aman, baru diarahkan ke dalam," kata Sugianyar.

Paket-paket Sabu di tempat ini dijual dengan paket-paket kecil seberat 0,1 gram. Masing-masing paket dijual dengan harga Rp. 200 ribu. Selain melayani pembelian Apotik milik pria berinisial TOM ini juga menyiapkan ruangan bagi pengguna.

"Barang dimasukan dalam pipet, beratnya ada yang 0,1 dan ada yang 0,2 gram. Di samping menjual mereka juga siapkan tempat memakai," ucap Sugianyar. 

Apotek ini beroperasi sejak tahun 2019 silam. Pemiliknya (TOM) sempat ditangkap dan dipenjara dalam kasus perjudian kupon putih. Setelah keluar dari penjara dia lalu membuka apotek yang kemudian dijadikan kedok berjualan sabu.

"Apoteknya sejak 2019, usahanya sempat naik turun lalu jualan narkoba," ucap Sugianyar. BNNP sendiri terus melakukan pengembangan untuk menangkap pemasok sau. Sebab dari data yang kini dikumpulkan, barang yang dijual TOM bersumber dari beberapa pemasok.

"Jaringannya besar di singaraja, semua pemain pasok ke TOM, strateginya kita ambil (TOM) biar semuanya bingung jualan ke mana," pungkas Sugianyar.