Polres Batanghari memperlihatkan barang bukti kasus pembunuhan yang dilakukan Agus Andani | Foto: Jambikita

Polres Batanghari memperlihatkan barang bukti kasus pembunuhan yang dilakukan Agus Andani | Foto: Jambikita

Memprihatinkan! Anak Lima Tahun Saksikan Sendiri Ayahnya Dibunuh, Kini Ditangani PPA Polres

PPA Polres Batanghari kini sedang mendampingi anak laki-laki berinisial AP, lantaran anak berusia lima tahun menyaksikan ayahnya, Muhlisin (32), dibunuh dengan mata kepalanya. Tragedi ini berlangsung di rumahnya, Desa Peninjauan, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari Jambi, Kamis (12/5/2022) malam.

Pelaku pembunuhan ini tidak lain merupakan teman ayahnya sendiri, Agus Andian (32). Agus menusuk orang tua tunggal (duda) itu dengan 4 kali tusukan. Dilansir dari Kumparan, tragedi berdarah ini berlangsung di ruangan gelap, saat korban baring dengan anak laki-lakinya tersebut.

Kapolres Batanghari, AKBP Mochamad Hasan mengatakan anak korban pembunuhan ini mendapatkan pendampingan PPA Polres Batanghari.

"Sudah kita dampingi melalui PPA Polres Batanghari untuk diberikan konseling," katanya, Jumat (13/5).

Ia pun mengatakan setidaknya anak ini masih mempunyai keluarga yang akan merawatnya.

"Tidak jauh dari tempat kejadian perkara, masih ada keluarga yang akan merawat anak ini," ujarnya.

Sebelum tragedi berdarah tersebut, anak laki-laki itu bersama ayahnya (korban), dan pelaku, sedang baring di rumah. Korban tidak menaruh rasa curiga pada pelaku, yang tidak lain merupakan temannya sendiri.

Namun, sebenarnya Agus sudah menaruh niat membunuh temannya sendiri. Sekitar pukul 21.30 WIB, pria ini mengeluarkan pisau yang telah disembunyikannya. Dan langsung menusuk korban sebanyak 4 kali, yakni 2 kali di bagian leher, 1 kali di bagian punggung, dan 1 kali di bagian dada.

Tragedi berdarah ini berlangsung di ruangan yang gelap saat korban dan anaknya sedang berbaring. Anak korban yang berada di ruangan itu melihat bagaimana ayahnya dibunuh.

Pelaku tega membunuh temannya sendiri karena sakit hati tidak kebagian hasil penjualan  kelapa sawit curian. Namun, kini ia sangat menyesal telah membunuh orang tua tunggal itu, yang sudah lama dikenalinya.

"Penyebab karena tidak kebagian. Tidak kasih hasilnya. Sengat menyesal. Dengan korban  sudah lama kenal," kata pelaku pembunuhan itu.

Kapolres Batanghari, AKBP Mochamad Hasan mengatakan pelaku dan korban bersama 2 orang lainnya telah melakukan pencurian kelapa sawit di area PT APL. Namun, hasil pencurian ini tidak dibagi pada pelaku, sehingga ia merasa sakit hati. Karena itulah, Agus tega membunuh temannya sendiri.

"Pencurian dilakukan 2 hari sebelum kejadian. Hasil curiannya dijual sekitar Rp2 juta. Namun, ini tidak dibagi, sehingga pelaku kecewa atau sakit hati pada korban," katanya.

Ia pun mengatakan hasil pencurian ini digunakan untuk membeli narkoba jenis sabu yang telah dikonsumsi. Hanya saja, pelaku tidak terindikasi menggunakan narkoba sesuai hasil tes urine.

"Jadi, selain tidak kebagian uang. Pelaku juga tidak mendapatkan sabu," pungkasnya.