Ilustrasi Terima Suap

Ilustrasi Terima Suap

Disuap Rp1,9 Miliar oleh Bupati, Empat Pegawai BPK Ditangkap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat orang tersangka pegawai BPK Jawa Barat yang diduga menerima suap. Penetapan empat tersangka itu dilakukan usai KPK menjerat pihak penyuap dalam operasi tangkap tangan Bupati Bogor, Ade Yasin beberapa waktu lalu.

Keempat tersangka itu adalah Anthon Merdiansyah selaku Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/ Kasub Auditorat Jabar III/ Pengendali Teknis, Arko Mulawan selaku pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Ketua Tim Audit Interim Kab. Bogor, Hendra Nur Rahmatullah Karwita selaku pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Pemeriksa, dan Gerri Ginajar Trie Rahmatullah selaku pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/ Pemeriksa.

"Ada 4 pegawai BPK yang menjadi tersangka pemerima suap adalah ATM, AM, HNRK dan GGTR,” ujar Ketua Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/4/2022) dini hari dilansir dari Kompas.com.

Sebelumnya, Ade diamankan KPK bersama 11 orang lainnya dalam kegiatan tangkap tangan di wilayah Jawa Barat pada Selasa (26/4/2022) malam hingga Rabu (27/4) pagi.

Dari 11 orang yang diamankan, KPK menetapkan delapan orang tersangka. Empat orang pihak pemberi dan empat orang pihak penerima suap.

Adapun suap dilakukan terkait dengan keinginan Bupati Bogor Ade Yasin agar laporan keuangan Pemkab Bogor kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Dalam peristiwa tangkap tangan ini, KPK mengamankan uang Rp 1,24 miliar. Namun, jumlah total suap yang diperkirakan diterima oleh para pegawai BPK ini mencapai Rp 1,9 miliar.